me-beiboh

Daisypath Anniversary tickers

11.11.10

marah.


Hari ini aku berpikir tentang sebuah masa yang beribu-ribu detik bahkan jutaan aku lewati. Aku menghirup nafas panjang. Membuangnya dengan dengan desahan panjang juga. Entah apa yang aku pikirkan. Aku melihat jam di tangan kiriku, sudah hampir sore, agak cepat rasanya waktu berjalan. Dan aku belum melakukan apa-apa. Aku terdiam sejenak. Memikirkan studi, mimpi, makan malam nanti dan juga kamu. Bagaimanapun kamu tetap saja nomor satu. Hal yang paling rumit melebihi untaian rumus kalkulus dan tribologiku.
Hujan tidak turun hari ini. Aneh. Biasanya langit menggelegar bergemuruh dan marah-marah sampai menangis. Apa dia sedang terlalu bahagia hari ini karena penghiburnya sedang datang?
Iri. Mengapa kamu tersenyum bangga padaku hei langit? Mau menertawai aku yang sedang kalut? Cukup kau panas-panasi aku saja aku juga tidak melawanmu. Jangan tambahi dengan tawamu yang menjengkelkan itu. Di saat begini aku merasa kalau kau menangis, itu lebih baik.
Sudah hampir sore dan aku belum melakukan apa-apa dan langit terus menertawaiku dari tadi. Bagaimanapun juga seharusnya tanpa kamu si nomor satu, aku masih bisa mengutak-atik integral lipat satu bahkan dua. Tanpa kamu pun aku masih bisa bermain-main dengan pelumas di dalam gearbox-ku. Seharusnya.
Seharusnya tanpa kamupun aku tidak akan ikut-ikutan si langit menangis.
Tanpa kamupun aku tetap bisa berdiri tegak dan pastinya tersenyum seperti langit hari ini.

3 komentar:

  1. huukkzzz... T___T
    nice post :)

    yeess,, without him we can still survive :)

    BalasHapus
  2. tengkyu tata..
    hihi..tengkyu tata

    iya rumit..hihi tapi kadang kalo cewe lagi marah sama cowonya suka tlalu didominasi hati ga sii?

    kita suka trlalu dramaqueen..
    >,<

    td abis baca postingan tata yg tears..
    cheer up ya taa!!
    mereka emang ga sesensitif kitaa..
    tapi maksudnya pasti baik..*sotoy ya..

    BalasHapus
  3. iyaaa.. cowok emang kurang sensitif... T___T

    BalasHapus