me-beiboh

Daisypath Anniversary tickers

18.8.10

..ada kabar baik^^..


"Tuhanku,,
terimakasih..."



tadinya..
kupikir duniaku makin menyempit dan terus menghimpit..
hari-hari makin terasa kian klasik..
tiap detik rasanya aku makin hafal saja..
jiwa cenayangku kadang menggelitik,,
singkatnya,,aku hampir pasti tahu apa yang terjadi selanjutnya dan berikutnya
rutinitas yang "melulu" dan terus-menerus..
aku mulai tertindih bayang-bayangku sendiri..
bosan rasanya..
segalanya berat..menjejakpun sulit apalagi melangkah mencari keseimbanganku..
aku tak tahu lagi bagaimana caranya menemukan diriku tersenyum,,



hari-hari dengan hujan yang turun terus-menerus..
baru berhasil menghirup udara hangat..sesaat kemudian hembusan kembali berubah mengasap tanda temperatur merendah....
menatap ke langit,,makin sering kulakukan lebih dari biasanya..
waktu-waktu yang berlalu dengan miskin ide serta sering kehabisan kata untuk bernarasi..
atau bahkan hanya sekedar mencorat-coret tembok saja aku frustasi..
sulit...dan bingung 'bersuara'..
energiku mati di saat aku perlu..
tampaknya otakku sudah mulai kaku dengan aktivitas yang 'itu-itu' saja..
jadi, mungkin si organ yang satu itu berpikir untuk benar-benar istirahat dan STOP untuk dialirioksihemoglobin-ku..
saat-saat yang pelik,,dan tiba-tiba sadar bahwa menangis itu memang perlu..
bukan karena hampa apalagi menderita..
ya,,jelas sebagian besar memang karena dua hal itu..
tapi bukan berarti selalu begitukan?
bosan...bosan..bosan..
aku rasa, aku keracunan..
keracunan imajinasiku sendiri.
imajiku tentang akuntansi,,kinematika,,senyum ayahku,,dan mimpiku untuk selalu berdiri di atas kakiku sendiri..
bagaimana lepas dari rasa yang aku sendiri tak tahu namanya?
mmmm....aku tak punya kata-kata lagi..



namun sekali lagi,,itu hanya 'tadi'nya..
"terima kasih Tuhan,,
di saat kata-kataku telah habis (dan mungkin tak bisa bermimpi lagi..),,aku masih punya tangan untuk menggenggam dia..
..senyumankupun kembali...
bahkan semangatku..
terima kasih Tuhan..

tell him that i love.."


aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya debu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.


aku ingin, puisi sapardi djoko darmono


nb:
tulisan ini dibuat 2 April 2008, waktu-saya-tahu-kalo-ternyata-semua-gak-seburuk itu :)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar